KABUPATEN CIREBON (CU)-Persetubuhan yang dilakukan secara bergilir berujung maut terjadi di Kabupaten Cirebon, hal itu diketahui setelah Polresta Cirebon melakukan penyelidikan atas laporan polisi pada tanggal 6 Februari 2021 lalu.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahduddi mengatakan, awal kejadian terjadi pada hari kamis 4 Februari 2021 di rumah salah satu tersangka di Kecamatan Gempol.

“Kami menerima laporan adanya warga yang meninggal di salah satu rumah, akhirnya penyidik Polsek Gempol dan Inafis mendatangi rumah tersebut,” ungkap Syahduddi saat konferensi pers di halaman Mapolresta Cirebon, Rabu (10/2/2021).

Setelah dilakukan olah TKP dan menurut keterangan saksi, kemudian penyidik bisa menemukan kegiatan awal orang meninggal tersebut.

“Diketahui adanya pesta miras antara tersangka dan korban pada hari kamis 4 Februari pukul 20.00 sampai dengan hari Jumat 5 Februari dini hari jam 03.00,” tutur Kapolresta

Setelah pesta miras selesai, tersangka berinisial R mengajak korban berinisial M ke belakang rumahnya kemudian melakukan persetubuhan bersama tersangka lainnya berinisial M, A, dan AJ.

“Dari dua tersangka berinisial A dan AJ usianya masih di bawah umur,” ungkap Syahduddi.

Kapolresta mengatakan, miras yang dikonsumsi oleh oleh para tersangka dan korban berjenis ciu yang dicampur suplemen dan obat keras sehingga korban dan para tersangka dalam keadaan mabuk berat.

“Minuman yang dikonsumsi berjenis ciu, suplemen dan obat keras,” ujar Syahduddi.

Setelah kegiatan pesta miras dan persetubuhan yang dilakukan di bagian belakang rumah R, hari jumat pada pukul 06.00 tersangka dan korban diingatkan warga untuk membubarkan diri. Kemudian, korban dibawa oleh tersangka A ke rumah salah satu rekan A. Lalu setelah itu, tersangka A membawa korban ke rumah rekan tersangka lainnya dan kemudian korban M meninggal dunia pada Sabtu 6 Februari sekitar pukul 14.00.

“Belum dapat menduga faktor kematian korban karena proses hasil otopsi belum diketahui, indikasi over dosis pemberian miras yang dicampur dengan obat keras dan proses pencabulan,” ujar Syahduddi

Atas tindakan tersebut, ketiga tersangka diancaman dengan hukuman minimal 5 tahun kurungan penjara dan maksimal hukuman seumur hidup.