KOTA CIREBON (CU)— Tahun ini usaha jasa angkutan antar kota antar provinsi (AKAP) merasa dirugikan, pasalnya pandemi tahun ini pemerintah pusat mengeluarkan surat edaran tentang larangan mudik lebaran yang ditujukan kepada setiap daerah di Jawa Barat.

HRD PO. Bus Bhineka, Asep, menjelaskan Keputusan pemerintah pusat sangat memberatkan usahanya dalam memberikan jasa layanan transportasi, selain mengalami penurunan jumlah penumpang sejak tahun lalu, justru kini diperburuk oleh larangan mudik ditahun ini.

“Tentu saja kami keberatan, berkaca dari tahun kemarin, omset kami sudah menurun, tapi ternyata kami mengetahu adanya larangan mudik lebaran tahun ini,” jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI, Bambang Hermanto SE, memaparkan bahwa larangan tersebut adalah upaya menanggulangi angka kasus terkonfirmasi covid-19.

“Kita harus melihatnya, larangan ini sebagai upaya pemerintah menekan angka persebaran, justru untuk mengurangi kasus covid-19, pemerintah sudah memberikan banyak jutaan vaksin dengan biaya cukup tinggi hanya untuk vaksin,” ujarnya.

Larangan mudik yang diterbitkan seolah menjadi solusi untuk menjaga masyarakat dari virus yang berasal dari Wuhan China. Ia juga meminta masyarakat untuk memahami hal tersebut.

(al / jhon)