CIREBON TIMUR (CU)-Penjualan aset atau barang bekas atas pembongkaran Pasar Losari Kidul yang uangnya diduga disalahgunakan, masih terus didalami pihak Inspektorat Kabupaten Cirebon.

Plt. Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Cirebon, Dr. Iis Krisnandar mengungkapkan, tim pemeriksa sedang mencari keterangan para saksi dan bukti-buktinya.

“Inspektorat juga sudah meminta Camat Losari untuk ikut menanyakan persoalan tersebut. Jadi, Camat Losari diberi tugas juga untuk mendalami masalah yang terjadi di Losari Kidul,” tandas Iis Krisnandar.

Ia menjamin, pemeriksaan terhadap pihak pihak yang diduga terlibat, terus dilanjutkan untuk mengetahui kebenarannya atas dugaan yang dimaksud.

“Sabar, tim dari Inspektorat masih bekerja di lapangan. Mudah-mudahan Minggu depan sudah ada hasilnya,” lanjutnya.

Camat Losari, H. Muklas, S.Sos., M.Si., saat dikonfirmasi lewat telepon selulernya, Rabu (7/4/2021), malah mengaku belum mendapat tugas dari pihak Inspektorat.

Dirinya justeru terkejut mendapat kabar tersebut. Bahkan, Mukhlas menyebut belum dihubungi Iis Krisnandar maupun pihak Inspektorat.

“Belum ada perintah dari Inspektorat untuk mendalami masalah di Losari Kidul, termasuk dari Pak Iis. Saya juga belum tahu nomor Pak Iis,” ungkap Muklas.

Camat Losari yang sering dihubungi dan dimintai komentarnya terkait masalah Losari Kidul, beberapa kali menolak memberikan keterangan.

Sebelumnya, kasus ini terungkap atas temuan laporan dari Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) Markas Wilayah (Marwil) Kabupaten Cirebon dan melaporkan kasus ini ke Inspektorat dan kejaksaan setempat.

Laporan dilakukan Kepala L-KPK Marwil Kabupaten Cirebon, Harjasa didampingi Sekretaris L-KPK, Agus Subekti.

Informasi yang dilansir media ini, Harjasa selaku Ketua L-KPK, bahwa penjualan aset atau barang bekas atas pembongkaran Pasar Losari Kidul diduga kuat uangnya disalahgunakan.

L-KPK menilai ada penjelasan yang inkonsisten, perihal nilai uang hasil lelang pembongkaran pasar Desa Losari Kidul.