KABUPTEN CIREBON (CU)-Pendidikan adalah sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar. Proses pembelajaran bagi peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.

Pengertian Pendidikan dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau untuk kemajuan lebih baik. Secara sederhana, pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.

Setelah diizinkan pembukaan kembali sekolah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim yang akan dilakukan mulai Juli 2021, banyak pihak melakukan berbagai persiapan menyambut kembalinya para siswa ke sekolah.

Bukan tanpa alasan berbagai persiapan dilakukan, ini guna memastikan semua protokol kesehatan yang diperlukan para siswa nantinya sudah berjalan baik dan bisa digunakan sebagaimana mestinya.

Lantas, apa yang di persiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon menyambut pembukaan kembali sekolah di tengah pandemi ini?

Hal ini diperbincangkan melalui sebuah Group Telegram Ruang Diskusi Cirebon yang diselenggarakan oleh para admin-admin handal dan berkompeten.

Pengawas Sekolah Madya Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon Drs. Nano Sutarno memaparkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon mengikuti, menyikapi dan merespon setiap apa yang menjadi perkembangan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan pembelajaran di masa pandemi covid-19.

“Makanya kami meminta bahkan mendesak kepada pemangku kepentingan terkait dengan kebijakan membuat sekolah atau pembelajaran agar mengizinkan satuan pendidikan atau sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka secara langsung, dan untuk meminimalisir potensi dampak negatif yang terjadi sesuai dengan panduan pembelajaran tatap muka di masa pandemi covid-19,” tuturnya dalam sebuah paparan penyampaianya di grup.

Masih kata Nano Sutarno, di setiap satuan pendidikan dibentuk satuan tugas. Satuan tugas pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini meliputi 3 tim diantaranya tim psikososial, pembelajaran dan tata ruang, kebersihan, kesehatan dan keamanan dan tim humas pendidikan dan pelatihan.

“Waktu satu tahun lebih pembelajaran dilaksanakan secara daring juga berdampak pada psikologis, sosial, dan emosional para peserta didik yang tidak jarang berpengaruh pada sikap dan perilaku siswa yang bersifat negatif atau penyimpangan,” tambah Nano.

Dalam menyikapi hal ini, anggota DPRD Kabupaten Cirebon Komisi lV Nana Kencanawati S.pd, menyampaikan, sebagai anggota legislatif sering berhubungan langsung dengan masyarakat dan tempat keluh kesahnya masyarakat.

Dia sangat perihatin melihat kondisi proses KBM saat ini dengan sistem daring. Imbasnya, banyak sekali terhadap peserta didik maupun masyarakat pada umumnya.

Selama pembalajaran daring pada umumnya pelajar sudah mulai membangkang pada orang tua, karena menurut Nana Kencanawati, anak-anak sudah didoktrin melalui seluler sehingga dampak negatif dari yang ditonton. Sebab, menurutnya, anak belum dapat memilah mana yang benar dan mana yang salah.

“Semua tingkah laku anak-anak pelajar berubah total dari kenakalan remaja, dari segala macam jenis permasalahannya yang membuat anak jadi korban secara internal maupun eksternal itu semua sumbernya bermula dari gadget,” terang Nana Kencanawati anggota DPRD Komisi IV dalam sebuah komentarnya pada Kamis (8/4/2021).

“Sesuai pertemuan kami, Komisi IV dengan Bupati, Dinkes, Disdik dan BPBD, apalagi dengan diperbolehkannya belajar tatap muka oleh Mendikbud, marilah kita memulai belajar tatap muka dengan tetap mengindahkan protokoler kesehatan dan pengawasan dari semua elemen masyarakat,” pungkasnya.