KABUPATEN CIREBON (CU)-Dua pelaku kasus pembacokan di Ruko Pegagan, Palimanan yang diketahui berinitial S (25 tahun) dan MA (26 tahun) dengan korban pedagang asal Kedungbunder, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon terungkap dan berhasil dilumpuhkan oleh Satreskrim Polresta Cirebon, Selasa (27/4/2021).

Keduanya merupakan warga Desa Lungbenda, Kecamatan Palimanan. Mereka melakukan penganiayaan dengan celurit.

Adapun kejadiannya pada hari Jumat, 9 April 2021 sekitar pukul 16.30 WIB di depan Ruko Desa Pegagan, Lampu Merah Palimanan. Kapolresta Cirebon, Kombes Pol M Syahruddi mengungkapkan, motif dari kedua pelaku merupakan dendam.

“Korban diketahui sehari-hari juga preman yang sering minta jatah kepada pelaku,” kata Syahduddi saat ekspos di Mapolresta Cirebon, Selasa (27/4/2021).

Disampaikan kapolresta, pada satu ketika pelaku tidak memberikan uang yang diminta korban. Namun pelaku malah merusak. Sehingga pelaku timbul dendam.

“Sewaktu korban melintas di dekat tempat usaha pelaku, langsung menganiaya dibantu saudara pelaku,” ungkapnya

Penganiayaan dilakukan dengan 4 sabetan celurit. Sehingga korban kehabisan darah dan meninggal di lokasi kejadian.

Karenanya, Polresta Cirebon melakukan penyelidikan dan informasi yang didapat mengarah pada pelaku.

Mereka juga sempat kabur ke Serang, Provinsi Banten. Juga pindah ke sejumlah tempat, sampai akhirnya para pelaku berada di wilayah Kota Cirebon.

Selanjutnya dilakukan penangkapan. Namun, pelaku saat disergap melakukan perlawanan sehingga terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur.

(arifin / jhon)