INDRAMAYU (CU) – Para petambak ikan dan kepiting memblokade jalan Pertamina di Desa Lamarantarung, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.

Aksi itu mereka lakukan dengan membentangkan batang pohon besar agar kendaraan tanki BBM milik Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field tidak bisa keluar masuk.

Pada batang pohon itu mereka juga memasang spanduk bertuliskan “Stop aktifitas sumur minyak ASB1 sebelum kompensasi limbah terhadap masyarakat petani tambak diberikan!!” “Kawasan usaha pesisir menggugat”.

Sekedar informasi, akses jalan Pertamina yang ditutup itu merupakan jalur distribusi kendaraan yang mengisi minyak mentah untuk diolah dari lokasi sumur eksplorasi ASB 1 di Desa Lamarantarung.

“Sebenarnya kami sudah protes dengan memberikan sampel limbah ceceran minyak yang mencemari tambak kami dari bulan Januari 2020, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujar salah seorang pemilik tambak, Juhadi, Minggu (25/4/2021).

Juhadi mengatakan, ada sekitar 1.425 hektare tambak yang terdampak limbah ceceran minyak.

Imbasnya, banyak ikan dan kepiting milik petambak yang mendadak mati.

Mereka menilai ceceran tersebut berasal dari kegiatan eksplorasi sumur minyak Pertamina yang tidak jauh dari areal tambak milik warga tersebut.

“Kami menuntut agar Pertamina segera melakukan ganti rugi,” ujar dia.

Adanya aksi itu rupanya mendapat tanggapan dari Wakil Bupati Indramayu, Lucky Hakim.

Lucky Hakim mengatakan, akan mencoba meminta keterangan terlebih lanjut dari pihak Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field soal limbah yang dipersoalkan warga.

Selain itu, pemerintah daerah pun sudah melakukan upaya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu untuk melakukan uji laboratorium dengan mengambil beberapa sampel limbah.

Hal ini guna memastikan asal muasal limbah dan mengantisipasi penyakit yang bisa menyerang warga akibat adanya ceceran limbah.

“Kepada para petani tambak, kami minta agar sabar menunggu hasil uji lab keluar dahulu, kita sudah ambil sampelnya, hasilnya kemungkinan keluar sekitar tiga bulan lebih,” ujar dia.

(ali s / jhon)