INDRAMAYU (CU) РPenelitian soal dugaan temuan candi di Blok Dingkel, Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu kembali dilanjutkan, Rabu (26/5/2021).

Pantauan di lokasi, tim peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten, Balai Arkeologi (Balar) Jabar, dan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Indramayu masih berusaha melakukan ekskavasi.

Ketua Tim Ekskavasi Sambimaya, Nanang Satono mengatakan, ekskavasi kali ini dijadwalkan akan dilakukan sampai 8 Juni 2021 mendatang.

“Sampai kapannya, kita menunggu kondisi bagaimana, tapi tidak lebih dari tanggal 8,” ujar dia di lokasi ekskavasi.

Nanang Satono menyampaikan, pada penelitian kali ini, pihaknya akan fokus untuk menemukan bentuk dan fungsi dari temuan dugaan candi tersebut.

Penelitian itu para peneliti lakukan dengan menggunakan alat teodolit yang merupakan instrumen presisi untuk mengukur sudut di bidang horisontal dan vertikal.

Dengan alat itu, para peniliti mencoba untuk melakukan penataan kotak ekskavasi.

Nanang Satono berharap, dengan upaya ekskavasi ini, temuan batu bata kuno yang diduga candi tersebut bisa secepatnya terungkap.

“Kami masih akan terus meneliti, karena ini masih sangat dini,” ujar dia.

Pada ekskavasi sebelumnya, tim sudah menemukan beberapa temuan yang menjadi bukti kuat peradaban Hindu-Budha di Kabupaten Indramayu.

Mulai dari ditemukannya sebanyak 21 susunan lapisan bata merah, sudut bangunan yang diduga candi, lantai bangunan, fragmen atau pecahan stupa yang berbahan bata merah.

Selain itu, tim juga menemukan lantai bangunan dan fragmen atau pecahan stupa yang berbahan bata merah.

Termasuk, temuan pecahan keramik eropa, serta fragmen-fragmen yang merupakan tepian gerabah dan arang.

Temuan ini juga memiliki kesamaan dengan situs Batujaya di Karawang dan situs Muaro Jambi di Provinsi Jambi.

Editor : Jhon