INDRAMAYU (CU) – Tim Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu berhasil membongkar sindikat pengedaran uang palsu di Kabupaten Indramayu.

Aktivitas pengedaran uang palsu ini diketahui sudah para tersangka lakukan sejak Januari 2020.

Dari tangan tersangka, tak tanggung-tanggung, polisi berhasil mengamankan sebanyak Rp 11.500.000.000 uang palsu.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sebanyak 4 orang tersangka. Mereka adalah CAR (52) warga Kecamatan Lelea dan SAM (42) warga Kecamatan Lohbener, keduanya bertindak sebagai pengedar.

Dua tersangka lainnya, berperan sebagai pencetak uang palsu, yaitu GUF (45) warga Kecamatan Bongas dan IM (46) warga Kecamatan Wuluhan Jember Jawa Timur.

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang mengatakan, uang palsu tersebut di antaranya sudah tersebar di Indramayu dan Lampung.

“Uang palsu ini di antaranya dijual kepada warga Lampung (identitasnya belum
diketahui) sebanyak Rp 1 miliar seharga Rp 5 juta,” ujar dia didampingi Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Minggu (23/5/2021).

Kapolres menjelaskan, uang palsu senilai Rp 11 miliar lebih tersebut pun rencananya oleh para tersangka akan disebarkan juga namun lebih dahulu terendus oleh polisi.

Dalam hal ini, polisi masih akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut, mengingat nominal uang palsu yang dicetak pelaku dalam jumlah besar.

“Masih kita terus dalami sindikat ini karena terkait dengan uang kita tetap harus lebih keluar lagi,” ujar dia.

Editor : Jhon