KOTA CIREBON (CU) — Puluhan Pemandu wisata di Keraton Kesepuhan, Kota Cirebon, Jawa Barat. mengeluh sepinya pengunjung selama pandemi, hal tersebut diperparah dengan kebijakan larangan mudik oleh pemerintah.

Puluhan Pemandu wisata di Keraton Kesepuhan adalah seorang abdi dalem atau keluarga keraton. Salah satunya yaitu Rudi Mulitno, biasanya dia bisa memandu sebanyak empat sampai lima wisatawan dalam sehari, namun semenjak pandemi Keraton Kesepuhan sepi pengunjung.

“Sejak Corona tahun lalu sudah sepi, karena sepi keraton sempat tutup, bagi kita abdi dalem kurang untuk menutupi ekonomi keluarga, biasanya sehari bisa empat sampai lima pemandu, sedikitnya disini ada 20 pemandu,” jelasnya.

Tarif yang didapatnya dari hasil pemandu wisata bervariasi, mulai dari puluhan sampai ratusan ribu. melihat kondisi ini Rudi dan pemandu lainnya sehari-hari hanya bisa pasrah menggantungkan nasibnya pada pengunjung wisata yang datang.

Sementara itu, Wandi Sofyan Kepala Bidang Pariwisata, Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata (DKOKP) Kota Cirebon membenarkan penurunan pengunjung dialami objek wisata Keraton Kesepuhan.

“Tahun ini sudah jelas pemerintah melarang mudik, tahun kemarin juga tapi tidak seketat tahun ini, yang paling berdampak adalah para pemilik usaha, mereka banyak berharap dari kunjungan wisata dihari libur lebaran yang justru sepi pengunjung,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masih dikatakan Wandi, Kota Cirebon tergolong beruntung karena berada di Zona Orange artinya tempat wisata masih dibolehkan untuk dibuka, Dibandingkan dengan Kota lain yang berada di Zona Merah yang tempat pariwisatanya ditutup sementara.

“Kita sebagai instansi yang menangani dan membidangi wisata jelas tidak tinggal diam, kita berikan pelatihan, sertifikasi juga sarana prasarana kamera termal, sebagai upaya bahwa tempat wisata di Kota Cirebon aman karena dilengkapi dengan penunjang alat-alat Protokol Kesehatan,” ucapnya.

Wandi juga menghimbau masyarakat untuk ikut membantu menjaga tempat wisata yang dikunjungi agar terhindar dari cluster baru, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Editor : Jhon