INDRAMAYU (CU) – Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 Kabupaten Indramayu hanya bisa mengigit jari.

Pasalnya, honor mereka selama 6 bulan terakhir belum juga dibayarkan, yakni sejak Desember 2020 sampai dengan saat ini.

Total keseluruhan sampai dengan Mei 2021, ada sebanyak 92 pemakaman yang mereka kerjakan dan belum dibayar.

“Tapi kalau di bulan Desember 2020, sisa yang belum dibayar itu ada 4 pemakaman belum dibayar, terus sampai dengan sekarang belum ada kejelasan,” ujar salah seorang tim pemulasaraan jenazah Covid-19 berinisial R saat ditemui di RSUD Indramayu, Kamis (10/6/2021).

R mengatakan, walau honor mereka belum juga dibayar, para relawan yang tergabung dalam tim pemulasaraan tidak berniat untuk mogok kerja.

Mereka mengaku akan mencoba terus bersabar menanti sampai hak mereka bisa direalisasi pemerintah.

Alasannya, disampaikan R, karena para relawan merasa tidak tega bilamana harus menelantarkan jenazah Covid-19.

Jika bukan mereka, tidak ada yang bersedia melakukan pemulasaraan mulai dari memandikan, mengkafani, sampai dengan memakamkan jenazah Covid-19.

“Kalau mogok kerja kayanya kita gak akan sampai seperti itu karena gak tega, ini kan soal kemanusiaan,” ujar dia.

R menceritakan, inisiatif untuk mogok kerja memang pernah terlintas di pikiran tim pemulasaraan.

Saat itu, bahkan mereka tidak merespon sama sekali ketika ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia.

Pada saat itu, keluarga dari jenazah sampai marah-marah kepada rumah sakit karena tidak ada yang mau mengurusi jenazah.

“Setelah diinfokan di grup kondisinya seperti itu, akhirnya ada 1 sampai 2 orang datang, karena kita tidak tega,” ucapnya.

Masih disampaikan R, sementara ini, pihaknya ingin mencoba untuk bersabar dan menunggu sampai dengan akhir bulan Juni 2021.

Ia berharap, pemerintah bisa memperhatikan kondisi mereka, mengingat pekerjaan pemulasaraan jenazah Covid-19 merupakan pekerjaan yang penuh dengan risiko.

“Kalau setelah Juni tetap gini, keterlaluan. Kita juga akan bersama-sama kembali maju bareng-bareng meminta kepastiannya seperti apa, kendalanya apa, agar ada titik temu,” ujar dia.

Di Kabupaten Indramayu diketahui ada sebanyak 16 relawan yang tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah Covid-19.

Setiap proses pemakaman, mereka dijanjikan mendapat honor sebesar Rp 150 ribu per orang.

“Waktu awal, BPBD itu gak berani nyebutin nominal, tapi kita jalan saja. Pernah pencairan sekali, itu kita dapat Rp 150 ribu per orang sekali memakamkan,” ujarnya.

Editor : Jhon