INDRAMAYU (CU) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan membawa sampel ceceran hitam yang diduga minyak mentah atau crude oil untuk diuji laboratorium.

Dugaan crude oil ini akan diuji di Laboratorium Lemigas Jakarta untuk mengetahui secara pasti asal muasal limbah tersebut berasal.

“Laboratorium Lemigas ini adalah lembaga independen,” ujar Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Indramayu, Lutfi Alharomain, Senin (7/6/2021).

Hanya saja, disampaikan Lutfi Alharomain, uji laboratorium Lemigas ini memerlukan waktu cukup lama, yakni sekitar 3 bulan.

Di sisi lain, Lutfi Alharomain mengakui, temuan dugaan crude oil ini sudah terjadi sebanyak 3 kali sejak tahun 2020 lalu.

Sebelumnya, temuan serupa juga ditemukan pada bulan Oktober dan November 2020.

Saat itu pihaknya juga sudah melakukan uji laboratorium dilakukan oleh PT Pertamina.

Hasilnya, temuan crude oil di sepanjang pantai tersebut diklaim bukan milik PT Pertamina.

“Karena waktu yang cukup lama untuk uji laboratorium di Lemigas, kami juga akan menawarkan kepada masyarakat mau tidak kalau dicek lagi di lab Pertamina,” ujar dia.

Dalam hal ini, disampaikan Lutfi Alharomain, pihaknya belum berani menduga secara pasti soal ceceran hitam ini.

Pihaknya akan menunggu hasil pasti dari uji laboratorium, termasuk dalam melakukan tindak lanjut soal temuan tersebut.

“Tapi kalau secara fisik, temuan kali ini agak berbeda, sekarang tidak terlalu bau saat dicium,” ujar dia.

Editor : Jhon