KOTA CIREBON (CU) – Meski dibuat sekedar iseng, lagu Nyendok Lengko Pagongan karya penggiat Budaya Tionghoa, Jeremy Huang dan Suryo tak boleh dipandang sebelah mata. Lagu ini mengisahkan romantisme dan kesyahduan kehidupan di Kota Wali.

“Saya sama Kang Suryo coba buat lagu bahasa Cirebonan,” ujar Jeremy kepada Cirebonupdate pekan lalu.

Liriknya menggambarkan kerinduan masa lalu seorang lelaki kepada perempuan yang dicintainya. Enak didengar dan mudah diingat.

“Ning pagongan isun kelingan. Bocah wadon ayu rupawan. Uwis suwe ora ketemu. Duh nok ayu pujaan akang,” isi penggalan lirik lagu Nyendok Lengko .

Kata Lengko dan Pagongan memberi kesan kuat identitas Cirebon. Lengko merupakan kuliner khas Cirebon yang “merakyat”. Sedangkan Pagongan merupakan salah satu kawasan aktivitas ekonomi masyarakat Cirebon. Di Pagongan juga banyak dijumpai destinasi kuliner legendaris.

“Isun Rindu bagja ketemu sampeyan. Ning Pagongan nyendok lengko barengan,” sambungan lirik lagu tersebut.

Bagi Jeremy, lagu Nyendok Lengko Pagongan menjadi bukti kecintaannya terhadap Cirebon. Masa lalu yang indah serta kehidupan yang harmoni di Kota Wali membuatnya tak ingin berpaling hati.

Editor : Jhon