KABUPATEN CIREBON (CU) – Kabupaten Cirebon menjadi salah satu peserta lokakarya tim ahli cagar budaya yang diselenggarakan oleh kementrian pendidikan, dan kebudayaan, riset dan teknilogi RI,yang diikuti oleh 4 provinsi yang ada di Indonesia, diantaranya Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Lampung. Hal ini dikarenakan Kabupaten Cirebo di yakini memiliki potensi objek diduga cagar budaya (ODCB).

“Kegiatan Lokakarya ini bertujuan untuk mengetahui keadaan dan permasalahan yang diahadapi daerah diantaranya kegiatan yang dilaksanakan Tim Ahli Cagar Budaya dan bentuk dukungan dari pemerintah daerah Setempat,” ujar Kas Museum Kepurbakalaan Sejarah dan Nilai – nilai budaya Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Disbudparpora Kabupaten Cirebon, Momon Saptaj, Selasa (8/6/2021).

Dikatakan Momon, berdasarkan UU nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, dengan 5 kriteria yaitu Benda, Bangunan, Situs, Struktur dan Kawasan Cagar Budaya, terkait cagar budaya jika dibanding daerah lain di Ciayumajakuning, Kabupaten Cirebon sudah cukup bagus, karena telah mampu menetapkan cagar budaya.

“Kalau sebenarnya Kabupaten Cirebon itu sudah cukup bagus menurut saya, dibandingkan dengan Kota Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan ngga ada tahun sekarang penetapan cagar budaya. Mereka (Ciayumajakuning.red) baru pendataan saja. Kita sudah eksyen. Setiap bulan itu TACB Tim Ahli Cagar Budaya membuat rekomendasi penetapan Obyek Diduga Cagar Budaya ODCB menjadi CB,” ungkapnya.

Momon Saptaji menambahkan, untuk menjadi situs maupun kawasan cagar budaya harus ada penelitian yang dilakukan oleh TACB dan kemudian merekomendasikan kepada Bupati atau walikota untuk dibuatkan Surat Keputusan SK, dan ditetapkan menjadi kriteria cagar budaya seperti struktur, situs atau lainnya.

“Kabupaten Cirebon mempunyai ratusan Obyek Diduga Cagar Budaya ODCB dan yang sudah ditetapkan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya BPCB Serang Banten baru sebanyak 7 cagar budaya. Sedangkan 12 ODCB sedang dilakukan penggalian dan penelitian oleh TACB Kabupaten Cirebon sampai dengan bulan Desember 2021,” jelasnya.

Ditambahkan Momon, Kendalanya TACB Kabupaten Cirebon hanya ada 4 orang itu baru lulus bulan Oktober tahun 2019, dan baru pada tahun 2020 dianggarakn oleh Pemerintah kabupaten Cirebo, baru pada tahun 2021 sekarang pelaksanaanya.
“Anggaran satu tahun dianggarkan dulu, baru proses persetujuan. Karena TACB di Kabupaten Cirebon, baru mempunyai sertifikasi setelah dia lulus pada akhir 2019 dan 2020 dianggarkan untuk menindaklanjuti agar Obyek Dengan Cagar Budaya ODCB yang banyak jumlahnya segera ditetapkan sesuai dengan anggaran yang ada,” tambahnya.

Editor : Jhon