INDRAMAYU (CU) – Tim arkeologi temuan yang diperkirakan berasal dari dinasti Ming di lokasi dugaan candi di Blok Dingkel Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten.

Temuan tersebut berupa fragmen keramik yang dinilai asing.

Kepala Balai Arkeologi (Balar) Jawa Barat, Deni Sutrisna mengatakan, selain itu ada juga temuan dua struktur bangunan berukuran besar berikut anak tangganya.

“Ada juga temuan pecahan gerabah lokal bercorak gores dan fragmen tulang bovidae jenis sapi atau kerbau,” ujar dia, Selasa (8/6/2021).

Dalam hal ini, Deni Sutrisna menyampaikan, pihaknya memiliki kendala soal lahan yang mesti dilakukan ekskavasi.

Lanjut dia, perlu adanya pembebasan lahan di sekitaran situs oleh pemerintah daerah guna mengungkap fakta sebenarnya di lokasi dugaan candi di Desa Sambimaya tersebut.

Pembebasan lahan tersebut bahkan disampaikan Deni Sutrisna, mesti menjadi prioritas utama demi keberhasilan kegiatan penelitian melalui kegiatan arkeologis.

“Pembebasan lahan di sekitar situs merupakan prioritas utama dan segera dilakukan oleh pemerintah setempat,” ujarnya.

Bupati Indramayu, Nina Agustina diketahui juga sudah meninjau langsung lokasi dugaan candi pada Senin (7/6/2021) kemarin.

Setelah mengetahui adanya sejumlah temuan tersebut, Nina Agustina bahkan meminta agar tim arkeolog dapat secepatnya mengungkap sejarah peradaban kuno di Sambimaya.

Nina Agustina diketahui juga menargetkan agar situs Sambimaya dapat terungkap dalam hitungan waktu 12 bulan.

Sehingga masyarakat Indramayu dapat secepatnya mengetahui silsilah dan sejarah dari jejak-jejak peradaban masa lalu di situs tersebut.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana ingin menjadikan situs Sambimaya untuk dijadikan sebagai objek wisata budaya.

“Ditargetkan 12 bulan ya pak, agar bisa terungkap,” ujar Deni Sutrisna saat menirukan percakapan Bupati Indramayu, Nina Agustina.

Editor : Jhon