INDRAMAYU (CU) – Sunenti (42), Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKW asal Blok Tengah Desa Sukadana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu akhirnya tiba di kampung halaman.

Ia sampai ke rumah pada Senin (7/6/2021) malam setelah dijemput keluarga di Wisma Atlet Jakarta.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, setibanya di rumah, Sunenti langsung disambut para tetangga yang sudah menanti kedatangannya.

“Yang ngejemput itu ibu, bapak, sama adiknya. Pas sampai rumah banyak tetangga yang menyambut,” ujar dia, Selasa (8/6/2021).

Sunenti sendiri diketahui merupakan TKW yang bekerja di Sanghai China, ia pun diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) karena diberangkatkan secara ilegal atau unprosedural.

Di China, Sunenti diketahui mengalami sakit komplikasi asam akut dan infeksi lambung, Sunenti tiba-tiba sakit kepala dan langsung tidak sadarkan diri atau koma.

Ia pun dirawat di rumah sakit dan sempat tertahan karena keluarga tidak sanggup melunasi besarnya biaya perawatan.

Sunenti yang hanya merupakan seorang janda dari kalangan keluarga petani diketahui harus melunasi sisa biaya rumah sakit, sebesar Rp 57 juta lagi.

Padahal, keluarga sebelumnya sudah mengirim uang ke rekening teman Sunenti, Dewi untuk membayar biaya pengobatan. Total secara keseluruhan keluarga sudah mengeluarkan biaya Rp 70.400.00.

Uang tersebut, sebagian didapat keluarga dari hasil menggadaikan rumah, akan tetapi biaya pengobatan tersebut tetap masih kurang.

Hal inilah yang membuatnya harus tertahan, padahal sebelum sakit, Sunenti hendak akan mengurus kepulangannya ke Indonesia.

Dalam hal ini, Juwarih mengatakan, walau kondisi Sunenti sekarang ini sudah berangsur membaik, ia menyarankan agar Sunenti menjalani pengobatan rawat jalan.

“Apa lagi ini kan penyakit dalam, kondisinya sekarang masih terlihat lemah,” ujarnya.

Editor : Jhon