Tidak hanya itu, Dedi Supandi memastikan, di SMKN 1 Mundu pun melakukan pengolahan hasil perikanan,seperti membuat produk udang tempura, fish jelly seperti Siomay, bakso tahu, ekado, nugget, kaki naga, fish roll dengan menggunakan ikan nila merah sebagai bahan baku.

“Karena itu ke depan pengembangannya kita akan memproyeksikan berstatus BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) seperti wisata edukasi perikanan, tempat diklat budidaya dan pengelolaan tambak modern,” katanya.

Selain unit usaha tambak, menurut Dedi, SMKN 1 Mundu Cirebon juga memiliki diklat keterampilan pelaut yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Jabar yang ingin bekerja di kapal. Terlebih sertifikat pelaut ini merupakan sertifikat Internasional yang mengacu pada Intenational Maritime Organization (IMO).”

Jenis sertifikatnya yaitu Basic Safety Training yang sekarang telah pada angkatan 770,” ucapnya.Kemudian, Dedi menyampaikan, SMKN 1 Mundu sekarang telah melakukan kerjasama dengan BPPTL Jakarta, sehingga kita dapat membuka diklat untuk Security Awareness Trainning (SAT), Seafever with Designated Duties (SDSD), Medical First Aid (MFA), Advances Fire Fighting (AFF), Survival Carft & Rescue Bond (SCRB), Crowd Management Trainning (CMT), Crisis Management and Human Behavour Tranning (CMHBT).”

Kami laporkan bahwa SMKN 1 Mundu Cirebon dapat juga menyelenggarakan diklat SAR Unit Pramuka untuk para pembina pramuka se-Jawa Barat,” pungkas Dedi.